Pusat Unggulan Pariwisata LPPM Universitas Udayana kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang riset dan inovasi. Proposal penelitian yang diajukan oleh tim peneliti Pusat Unggulan Pariwisata secara resmi dinyatakan lolos seleksi dan berhasil memperoleh pendanaan dalam Program Riset Terapan PUI-PT BIMA Tahun 2026.
Penelitian yang berhasil meraih pendanaan nasional tersebut mengangkat judul “Model Recharging Tourism Berbasis Local Wisdom Bali”. Tema ini dinilai sangat strategis dan relevan dalam menjawab tantangan pembangunan pariwisata Bali ke depan, khususnya dalam mendorong pemulihan, penguatan, dan penyegaran kembali sektor pariwisata secara berkelanjutan.
Melalui konsep Recharging Tourism, penelitian ini diarahkan untuk merumuskan model pengembangan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menempatkan kearifan lokal Bali sebagai fondasi utama. Nilai-nilai budaya, adat, tradisi, spiritualitas, dan kehidupan masyarakat lokal menjadi unsur penting dalam membangun pariwisata yang lebih adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi Pusat Unggulan Pariwisata LPPM Universitas Udayana dalam memperkuat komitmennya sebagai pusat riset yang aktif menghasilkan kajian-kajian aplikatif dan kontributif bagi pembangunan daerah. Riset ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah, pelaku pariwisata, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan pariwisata Bali yang tetap berakar pada identitas budaya lokal.
Selain itu, pendanaan melalui Program Riset Terapan PUI-PT BIMA Tahun 2026 juga menjadi bentuk pengakuan terhadap kapasitas kelembagaan Pusat Unggulan Pariwisata LPPM Universitas Udayana dalam menghasilkan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan pariwisata nasional.
Dengan capaian ini, Pusat Unggulan Pariwisata LPPM Universitas Udayana berkomitmen untuk terus memperkuat peran akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi riset yang berdampak nyata. Harapannya, penelitian “Model Recharging Tourism Berbasis Local Wisdom Bali” dapat menjadi salah satu kontribusi penting dalam mewujudkan pariwisata Bali yang berkualitas, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.












