Dalam upaya memperkuat landasan kebijakan berbasis data dan meningkatkan kualitas pelayanan kepariwisataan di Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali bekerja sama dengan Pusat Unggulan Pariwisata (PUPAR) LPPM Universitas Udayana melaksanakan survei terhadap wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Pulau Dewata. Kegiatan ini dilaksanakan langsung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggunakan pendekatan Passenger Exit Survey (PES), yakni metode survei yang dilakukan saat wisatawan hendak meninggalkan Bali, sehingga mampu menangkap kesan dan evaluasi menyeluruh atas pengalaman wisata mereka.

Survei ini dilaksanakan dalam dua periode, yakni pada bulan april (low season) dan bulan Juli 2025 (high season). Masing-masing periode menargetkan 300 responden, sehingga total jumlah wisatawan mancanegara yang dijadikan sampel sebanyak 600 orang. Responden yang diwawancarai merupakan wisatawan yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian aktivitas wisatanya di Bali, memungkinkan data yang dikumpulkan lebih akurat dan reflektif.
Adapun tujuan utama dari survei ini adalah untuk memperoleh gambaran utuh mengenai karakteristik wisatawan, preferensi aktivitas, tingkat kepuasan layanan, serta evaluasi awal terhadap penerapan Tourist Levy atau pungutan bagi wisatawan asing. Hasil survei ini akan digunakan sebagai bahan analisis pasar wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali dan sekaligus menjadi dasar perumusan strategi peningkatan mutu destinasi, pelayanan, serta penguatan daya saing pariwisata Bali secara global.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret sinergi antara akademisi dan pemerintah dalam membangun sistem informasi kepariwisataan yang andal dan berkelanjutan. Survei ini tidak hanya memperkaya basis data untuk kebijakan publik, namun juga menjadi bahan kajian ilmiah dan rekomendasi strategis bagi industri pariwisata Bali ke depan.













