Merauke, 26 Agustus 2025 – Tim Pusat Unggulan Pariwisata (PUPAR) LPPM Universitas Udayana melaksanakan observasi lapangan ke kawasan Pantai Lampu Satu, Merauke, pada 22–26 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Review Master Plan Pengembangan Pariwisata Lampu Satu Merauke, kerja sama antara Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Papua Selatan dengan Pusat Unggulan Pariwisata Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana. Master Plan Pengembangan Pariwisata Lampu Satu Merauke sebenarnya telah disusun oleh Tim PUPAR Udayana pada tahun 2019 yang lalu, namun setelah enam tahun berjalan dan dengan adanya perkembangan baru pasca terbentuknya Provinsi Papua Selatan, dokumen tersebut perlu diperbarui agar tetap relevan dengan kondisi terkini.

Selama observasi, tim PUPAR melakukan peninjauan langsung terhadap potensi wisata, fasilitas pendukung pariwisata, kondisi lingkungan sekitar kawasan, aktivitas masyarakat serta kondisi para pengunjung ke Pantai Lampu Satu. Di sela observasi, tim juga berinteraksi dengan masyarakat setempat serta pemangku kepentingan lokal untuk menggali masukan mengenai peluang dan tantangan terkait dengan rencana pengembangan pariwisata di kawasan tersebut.
Merujuk pada kebijakan Pemerintah Kabupaten Merauke dan kondisi kepariwisataan yang ada, penyusunan Master Plan Lampu Satu sebelumnya, telah melahirkan Model Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata (MIKPPAR) dengan tema Marind Amai Tourism Area (MATA). Berdasarkan analisis karakter kawasan dan diversifikasi produk serta layanan pariwisata potensial. Kawasan MATA menetapkan empat klaster pengembangan pariwisata, yaitu MAMO (Marind Modern), MACOM (Marind Community), MAECO (Marind Ecotourism), serta MAET (Marind Ethnic).

Di tengah proses pencarian data, Kepala Bapperida Provinsi Papua Selatan, Dr. Ulmi Listianingsih Wayeni, S.Sos., MM, memberikan apresiasi atas langkah PUPAR UNUD ini dan menyatakan optimisme bahwa Lampu Satu akan menjadi ikon pariwisata Papua Selatan. Menurutnya, dengan posisi Merauke sebagai ibu kota provinsi baru, peluang pengembangan pariwisata semakin terbuka luas yang di dalamnya membutuhkan perencanaan yang matang dengan melibatkan para akademisi serta masyarakat.

Untuk finalisasi riset, tim PUPAR UNUD akan menganalisis hasil observasi lapangan untuk rencana pengembangan wisata di Lampu Satu, yang diadaptasi dengan potensi atau keunggulannya, kepastian lokasi serta penetapan tema pengembangan antar-klaster di kawasan MATA. Selanjutnya, analisis ini akan menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan baru yang lebih aplikatif, integratif serta responsif terhadap dinamika kawasan. Tim observasi lapangan dilaksanakan oleh para peneliti PUPAR UNUD, yaitu Dr. Nyoman Ariana, SST.Par., M.Par.; Dr. Agus Muriawan Putra, SST.Par., M.Par.; Made Sukana, SST.Par., M.Par., MBA.; Putu Perdana Kusuma Wiguna, S.Si., M.Sc.; I Gusti Bagus Arya Yudiastina, S.TP.; dan I Wayan Balitar Yana. Kegiatan ini turut didampingi oleh tim dari Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Papua Selatan, yang terdiri atas Adrianus Tuyu, S.Sos. (Kepala Bidang Perekonomian dan Sosial Budaya), Andy Welson Rumbewas, SE. (Kepala Subbidang Pertanian, Kehutanan, Lingkungan Hidup, Perikanan dan Kelautan, Perindustrian, Perdagangan dan ESDM, Dunia Usaha dan Investasi), serta Muhammad Syaiful Adam, S.STP. (Pelaksana Bagian Program).
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat, Kawasan Lampu Satu diharapkan dapat tumbuh sebagai destinasi unggulan Papua Selatan yang tidak hanya menarik minat wisatawan, tetapi juga memperkuat identitas budaya Marind masyarakat Papua sekaligus menjaga kelestarian lingkungan bahari, laut, pesisir serta pantai.








